All posts by takeda

Fakta Suriah, Senjata Kimia Dan Batas Hukum Internasional

Fakta Suriah, Senjata Kimia Dan Batas Hukum Internasional

Pikirkan kenyataan mencengangkan ini: walaupun terdapat informasi serbuan senjata kimia yang seram di Suriah, campur tangan yang dipandu Amerika Sindikat buat mencegah warga awam pada 13 April kemudian dengan cara pokok merupakan bawah tangan.

Di dasar hukum global dikala ini, Kepala negara Donald Trump tidak mempunyai wewenang buat meluncurkan suatu peluru kendali tunggal untuk mengakhiri serbuan di era depan, apalagi buat tujuan yang nyata serta seimbang semacam melindungi kehidupan warga awam.

Walaupun Kamu bisa jadi menyangka campur tangan itu bijak, periset hukum dengan cara biasa sepakat kalau Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memperbolehkan penggunakan daya tentara buat menghindari serbuan senjata kimia&mdash: tidak hirau seberapa jahatnya tanpa persetujuan Badan Keamanan PBB.

Realitas ini dengan cara akhlak terasa tidak betul serta beresiko buat tujuan (melawan pemerintahan“ keji”) serta proteksi hak asas orang.

Studi aku hal darurat Suriah menerangi kenyataan kalau buat mencegah yang tidak bersalah dari kekejaman, hukum global tidak berperan.

Saat sebelum serangkaian serbuan seram selanjutnya pada masyarakat awam terjadi di Suriah ataupun di mana saja adalah berarti buat membenarkan kerangka kegiatan hukum kepunyaan PBB yang cacat buat melegitimasi pemakaian senjata dalam merespons serbuan senjata kimia kepada masyarakat awam.

Peraturan Dari Era Lalu

Ayo kita mulai dengan memikirkan cara yang terjalin dikala ini.

Bagi Piagam PBB, negara- negara bisa memakai daya buat melanda negeri lain cuma buat menjaga diri ataupun kala disetujui oleh Badan Keamanan PBB. Badan Keamanan itu tercantum 5 badan senantiasa dengan kewenangan veto: Amerika Sindikat, Inggris, Prancis, Tiongkok, serta Rusia.

Peraturan itu terbuat sehabis Perang Bumi II serta didesain buat tingkatkan kemantapan garis besar. Dengan pemberian suatu hak veto pada 5 negeri besar itu, Piagam itu membenarkan kalau tidak terdapat ketetapan Badan Keamanan yang hendak menimbulkan bentrokan antara negara-negara besar ini,

Pada era kita, gimana juga, kerangka kegiatan PBB ini membolehkan satu negeri buat mematahkan tiap ketetapan Badan Keamanan, tercantum aksi buat menghindari kekejaman massal kepada masyarakat awam.

Rusia, yang mensupport pemerintahan Bashar Assad di Suriah, sudah kesekian kali memveto tiap ide buat berperan jelas kepada Suriah. Veto Rusia ini membuat Amerika tidak bisa dengan cara legal memakai daya buat melawan pemerintahan Assad, apalagi buat menghindari serbuan kimia lebih lanjut.

Kekangan ini tidak menghindari Amerika, Inggris, Prancis, serta negara-negara lain berperan buat melindungi masyarakat awam. Dalam permasalahan semacam campur tangan manusiawi NATO pada 1999 di Kosovo serta serbuan hawa peluru kendali Trump pada April 2017 di Suriah, daya tentara dipakai buat melanggar hukum global buat mencegah masyarakat awam.

Yang menarik, pandangan khalayak garis besar bisik-bisik menyambut ataupun apalagi berteriak-teriak kepada serbuan hawa bawah tangan. Memanglah, satu hari sehabis bom itu, 12 dari 15 badan Badan Keamanan PBB memilah menentang ataupun abstain dari pemungutan suara dalam ide Rusia buat menyumpahi serbuan tentara di Suriah. Suara semacam itu membawa alamat sokongan yang besar ataupun pendapatan kepada campur tangan ini.

Walaupun ini membuntukan, darurat dikala ini membuktikan kalau terdapat metode yang bisa dipakai Amerika buat membenarkan hukum global serta menghalangi kekerasan semacam itu kepada warga awam di era depan.

Tahap-Tahap Positif

Awal, Amerika Sindikat wajib dengan cara resmi memohon persetujuan dari Badan Keamanan PBB buat mengintervensi di Suriah. Dengan mengantarkan suatu tujuan manusiawi yang nyata serta mungkin memunculkan veto Rusia, Amerika hendak dengan jelas menerangi, sekali lagi, keterputusan antara kesamarataan serta keabsahan dalam kerangka kegiatan dikala ini. Veto buat mencegah masyarakat awam hendak terus menjadi membuktikan pada bumi alangkah hancurnya hukum global dikala ini.

Kedua, Amerika Sindikat sepatutnya bertugas buat mengakhiri serbuan senjata kimia di era depan kepada warga awam dengan membiayai inisiatif global buat menginovasi kerangka kegiatan Piagam PBB. Inisiatif sejenis ini, seragam dengan inisiatif Kanada pada 2001, bisa meningkatkan ide buat memperbolehkan campur tangan manusiawi yang legal, apalagi dalam permasalahan Badan Keamanan PBB menemui jalur tersumbat. Semacam yang aku sampaikan di postingan lain, campur tangan kepada pengunaan senjata kimia menawarkan suatu ambang batasan kualitatif terbatas yang hendak menemukan sokongan lebih besar dibanding ide dikala ini buat campur tangan manusiawi.

Ketiga, Amerika Sindikat butuh memakai kebijaksanaan buat mengerahkan suatu aliansi garis besar yang mensupport pengadopsian ide semacam itu di PBB. Perihal ini tidak mudah. Dalam asal usul 72 tahun PBB, tubuh itu tidak sering sekali mengganti prinsip- prinsip yang mengaturnya, serta dikala ini Badan Keamanan cuma mempunyai sedikit insentif buat kurangi akibat mereka.

Terbebas dari realitas itu, tujuan penting dari inisiatif-inisiatif ini promosi prinsip-prinsip manusiawi, legalitas, serta keharmonisan dalam hukum internasional membuat upaya-upaya semacam itu proporsional dengan usaha itu.

Kesuksesan mengangkat pergantian semacam itu bisa jadi jauh, tetapi perbincangan hal perihal ini bisa berakibat jauh dalam membuat sistem yang cacat dikala ini. Kemajuan semacam ini hendak, dalam waktu jauh, menolong menaikkan hak asas orang, membatasi serbuan senjata kimia di era depan kepada masyarakat awam, serta pada kesimpulannya menguatkan keahlian hukum global buat menaikkan manusiawi serta kesamarataan dalam sistem global.